-->

Badal dalam Bahasa Arab

Pengertian Badal

Badal ialah tabi' yang dimaksudkan hanya hukumannya saja, tanpa memakai perantara. Apabila isim dijadikan badal dari isim yang lain, atau fi'il dijadikan badal dari fi'il yang lain, maka badal harus mengikuti mubdal minhu-nya dalam semua i'rab-nya.

Pembagian Badal

Badal terbagi empat macam:

Badal dalam Bahasa Arab
  • Badal syai min syai atau lebih dikenal dengan sebutan badal kul min kul, seperti:َ
    جَاءَ زَيْدٌ أَخُوْكَ = Telah datang Zaid Saudaramu
  • Badal ba'dh min kul. Badal ini baik sedikit ataupun banyak sama saja, misalnya:
    أَكَلْتُ الرَّغِيْفَ ثُلُثَهُ
    = Aku telah memakan roti itu, yakni sepertiganya
    أَكَلْتُ الرَّغِيْف نِصْفَهُ
    = Aku telah memakan roti itu, yakni setengahnya
    أَكَلْتُ الرَّغِيْفَ ثُلُثَيْهِ
    = Aku telah memakan roti itu, yakni dua pertiganya

    Akan tetapi, diharuskan memakai penghubung berupa dhamir yang kembali kepada mubdal minhu. Dhamir ini adakalanya disebutkan seperti contoh di atas, atau diperkirakan keberadaannya (muqaddar), seperti firman Allah ta'ala:

    وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلً

    "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.".
    (Ali-'Imran:97).

    Yakni lafazh مِنْهُمْ (sebagian dari mereka)

    Note: Pada lafazh أَكَلْتُ الرَّغِيْفَ ثُلُثَهُ, badalnya adalah kata sepertiganya (ثُلُثَهُ) sedangkan mubdal minhu-nya adalah kata roti (الرَّغِيْفَ ). Dari sini dapat diketahui bahwa fungsi dari dari badal itu adalah menggantikan kalimat sebelumnya (mubdal minhu).
  • Badal isytimal. Misalnya:
    أَعْجَبَنِيْ زَيْدٌ عِلْمُهُ = aku kagum kepada Zaid yakni kepada ilmunya.

    Hal ini diharuskan memakai penghubung berupa dhamir yang kembali kepada mubdal minhu, yang adakalanya disebutkan seperti contoh di atas dan adakalanya pula diperkirakan keberadaannya, seperti dalam firman Allah:

    قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ، النَّارِ
    "Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, yang berapi...". (al-buruj:4-5).

    Yakni lafazh فِيْهِ (di dalamnya).
  • Badal Mubayin (berbeda dengan mubdal minhu-nya). Badal ini terbagi tiga bagian, yaitu: badal ghalat (keliru), badal nisyan (lupa), dan badal idhrab (penggandaan). Contoh:
    رَأَيْتُ زَيْددًا اْلفَرَسَ = Aku telah melihat Zaid, bukan, tetapi kuda

    Dikatakan demikian karena pada awalnya anda melihat kuda, tetapi anda salah mengatakannya hingga anda katakan Zaid. Ini contoh badal ghalath. Namun jika anda katakan:
    رَأَيْتُ زَيْددًا = Aku telah melihat Zaid. Kemudian disaat anda mengatakannya anda sadar bahwa yang anda lihat hanyalah seekor kuda, lalu anda meralatnya, maka hal ini dinamakan badal nisyan. Jika pada awalnya anda hendak memberitakan bahwa anda telah melihat Zaid, kemudian timbul dalam diri anda niat memberitakan bahwa anda melihat kuda, maka hal ini dinamakan badal idhrab.
Sedangkan untuk contoh badal fi'il dengan fi'il ialah firman Allah berikut:

وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ
"Barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya....". (AL-Furqan:68-69).

Lafazh يُضَاعَفْ badal dari lafazh يَلْقَ.

Dibolehkan memakai badal nakirah sebagai badal dari ma'rifah, seperti dalam firman Allah berikut:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ
"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram...". (al-baqarah:217)

Lafazh قِتَالٍ badal dari lafazh الشَّهْرِ الْحَرَامِ.

Terimakasih telah membaca artikel tentang Badal dalam Bahasa Arab, semoga bermanfaat!
loading...

0 Response to "Badal dalam Bahasa Arab"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel