Pengertian dan Ketentuan I'rab Munada
Salam! Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang isim-isim yang dinashabkan, dan dalam pembahasan itu, Munada juga termasuk salah satu isim yang dinashabkan. Namun, karena pada artikel tersebut tidak dijelaskan secara rinci apa itu Munaada, maka pada kesempatan ini akan saya jelaskan apa itu Munaada.
Secara terminologi, munada adalah “seruan”, jika kita ingin memanggil seseorang maka yang dipakai adalah seruan (munada), contoh : “hai Zakir!”, "hai Feri", dan sebagainya, berarti jelaslah bahwa munada adalah memanggil atau menyeru seseorang dengan menggunakan huruf nida/munaada (seruan), salah satunya huruf ya. Muanda juga dapat diartikan dengan isim yang terletak setelah huruf nida', ( huruf-huruf nida' terdapat pada gambar di atas).
Agar lebih jelas,perhatikanlah contoh berikut:
يَا عَبْدَ اللهِ = Hai Abdullah. Bentuk asalnya adalah أُدْعُوْ عَبْدَ اللهِ = Aku memanggil Abdullah. Lalu fi'ilnya dibuang dan diganti dengan huruf ya nidaa.
Munaada terbagi kedalam 5 macam, yaitu:
I'rab munaada yang berbentuk mufrad 'alam dan yang bersifat nakirah maqshudah kedua-duanya dimabnikan atas harakat, sewaktu dirafa'kan bila dalam keadaan i'rab, yaitu kedua-keduanya di mabnikan atas harakat dhammah apabila kedua-duanya berbentuk mufrad, contoh:
يَا زَيْدُ = Hai Zaid
يَا رَجُلُ = Hai laki-laki
atau berbentuk jamak taksir, contoh:
يَا زُيُوْدُ = Hai Zaid-zaid
يَا رِجَالُ = Hai para laki-laki
atau berbentuk jamak muannats salim, contoh:
يَا مُسْلِمَاتُ = Hai wanita-wanita muslim!
atau berbentuk tarkib majzi (susunan campuran), contoh:
يَا مَعْدِيْكَرِيْبَ = Hai ma'dikariba
Dan kedua-duanya dimabnikan atas harkat alif bila dalam bentuk tatsniyah, contoh:
يَا زَيْدَانِ = Hai kedua Zaid
يَا رَجُلَانِ = Hai kedua laki-laki
Dan dimabnikan atas huruf waw, contoh:
يَا زَيْدُوْنَ = Hai Zaid-Zaid
Yang tiga macam sisanya (munada) dinashabkan, yaitu munada yang bersifat nakirah ghair maqshudah, seperti perkataan seorang tuna netra:
يَا رَجُلًا خُذْ بِيَدِيْ = Hai laki-laki, bimbinglah tanganku ini!
Munaada yang berbentuk mudhaf , contoh :
يَا عَبْدَ اللهِ = Hai Abdullah
Munaada yang diserupakan dengan mudhaf , contoh :
يَا حَسَنًا وَجْحُهُ = Hai orang yang tampan wajahnya
يَا طَالِعًا جَبَلًا = Hai orang yang mendaki gunung
يَا رَحِيْمًا بِاْلعِبَادِ = Hai yang penyayang kepada hamba-hamba!
Telah dikemukakan pada Bab Laa yang digunakan untuk menafikan (meniadakan) jenis megenai penjelasan lafazh yang menyerupai dengan mudhaf dan penjelasan yang dimaksud dengan mufrad dalam bab ini.
Terimakasih telah membaca artikel tentang Pengertian dan Ketentuan I'rab Munada, semoga bermanfaat!

Definisi Munada
Secara terminologi, munada adalah “seruan”, jika kita ingin memanggil seseorang maka yang dipakai adalah seruan (munada), contoh : “hai Zakir!”, "hai Feri", dan sebagainya, berarti jelaslah bahwa munada adalah memanggil atau menyeru seseorang dengan menggunakan huruf nida/munaada (seruan), salah satunya huruf ya. Muanda juga dapat diartikan dengan isim yang terletak setelah huruf nida', ( huruf-huruf nida' terdapat pada gambar di atas).
Agar lebih jelas,
يَا عَبْدَ اللهِ = Hai Abdullah. Bentuk asalnya adalah أُدْعُوْ عَبْدَ اللهِ = Aku memanggil Abdullah. Lalu fi'ilnya dibuang dan diganti dengan huruf ya nidaa.
Pembagian Munada
Munaada terbagi kedalam 5 macam, yaitu:
yangMunada berbentuk 'mufrad alam yangMunada bersifat nakirah maqshudah yangMunada bersifat ghair nakirah maqshudah yangMunada berbentuk mudhaf yang diserupakan denganMunada mudhaf
BACA JUGA:
Ketentuan I'rab Munada
I'rab munaada yang berbentuk mufrad 'alam dan yang bersifat nakirah maqshudah kedua-duanya dimabnikan atas harakat, sewaktu dirafa'kan bila dalam keadaan i'rab, yaitu kedua-keduanya di mabnikan atas harakat dhammah apabila kedua-duanya berbentuk mufrad, contoh:
يَا زَيْدُ = Hai Zaid
يَا رَجُلُ = Hai laki-laki
atau berbentuk jamak taksir, contoh:
يَا زُيُوْدُ = Hai Zaid-zaid
يَا رِجَالُ = Hai para laki-laki
atau berbentuk jamak muannats salim, contoh:
يَا مُسْلِمَاتُ = Hai wanita-wanita muslim!
atau berbentuk tarkib majzi (susunan campuran), contoh:
يَا مَعْدِيْكَرِيْبَ = Hai ma'dikariba
Dan kedua-duanya dimabnikan atas harkat alif bila dalam bentuk tatsniyah, contoh:
يَا زَيْدَانِ = Hai kedua Zaid
يَا رَجُلَانِ = Hai kedua laki-laki
Dan dimabnikan atas huruf waw, contoh:
يَا زَيْدُوْنَ = Hai Zaid-Zaid
Yang tiga macam sisanya (munada) dinashabkan, yaitu munada yang bersifat nakirah ghair maqshudah, seperti perkataan seorang tuna netra:
يَا رَجُلًا خُذْ بِيَدِيْ = Hai laki-laki, bimbinglah tanganku ini!
يَا عَبْدَ اللهِ = Hai Abdullah
يَا حَسَنًا وَجْحُهُ = Hai orang yang tampan wajahnya
يَا طَالِعًا جَبَلًا = Hai orang yang mendaki gunung
يَا رَحِيْمًا بِاْلعِبَادِ = Hai yang penyayang kepada hamba-hamba!
Telah dikemukakan pada Bab Laa yang digunakan untuk menafikan (meniadakan) jenis megenai penjelasan lafazh yang menyerupai dengan mudhaf dan penjelasan yang dimaksud dengan mufrad dalam bab ini.
Note:
- Nakirah Maqsudah: Munada yang bersifat nakirah (umum) akan tetapi kita menentukan orang yang dimaksud, seperti memanggil seseorang yang tidak kita ketahui namanya.
- Nakirah Ghair Maqsudah: Munada dalam bahasa arab yang tidak ditentukan maksudnya, seperti halnya seruan seorang tuna netra pada contoh di atas.
Terimakasih telah membaca artikel tentang Pengertian dan Ketentuan I'rab Munada, semoga bermanfaat!
loading...
sip penjelasannya
ReplyDelete